BAB 4 SAMPAI DENGAN BAB 9
SAYA OKY ROSTANIA PAK PERTEMUAN TERAKHIR KEMARIN SAYA SUDAH KONFIRMASI KALAU BUKU SAYA HANYA SAMPAI BAB 9
NAMA : OKY ROSTANIA
NPM : 16213776
KELAS : 4EA14
Rabu, 25 Januari 2017
Senin, 12 Desember 2016
SOFTSKILL ETIKA BISNIS
NAMA : OKY ROSTANIA
NPM : 16213776
KELAS : 4EA14
TUGAS SOFTSKILL (ETIKA BISNIS)
Tugas 1 Definisi Etika bisnis
Tugas 2 Rangkuman bab 1, 2 dan 3
Beserta cover buku
Sabtu, 25 Juni 2016
Bahaya Radiasi Gadget Bagi Kesehatan
Bahaya
Radiasi Gadget Bagi Kesehatan
Orang sibuk bermain
atau menatap layar gadget adalah pemandangan yang nyaris bisa ditemui setiap
hari. Baik di kantor, transportasi umum. ibarat dompet, gadget menjadi benda
yang wajib dibawa sehari-hari. Bedasarkan penelitian sebelumnya, telepon
genggam mampu meningkatkan interaksi sosial dan membantu seseorang mengurangi
perasaan terisolasi.
Namun sebuah studi
terbaru mengungkapkan bahwa mereka yang kehidupannya tak bisa lepas dari gadget,
justru merasa diri mereka kurang bahagia. Klaim tersebut diungkapkan setelah
peneliti mempelajari kebiasaaan lebih dari 500 siswa berusia 18-22 tahun dalam
menggunakan gadget. Para peneliti mengukur bagaimana gadget dapat mempengaruhi
pandangan mereka terhadap kehidupan, selain itu, peneliti juga melihat nilai
ujian para siswa.
Hasilnya, ponsel turut
meningkatkan rasa cemas seseorang karena mereka memiliki kewajiban untuk tetap
berhubungan secara konstan. Rasa cemas muncul karena mereka terus dihubungi
melalui gadget. Sementara partisipan lainnya kesulitan berhenti menggunakan
media sosial, seperti Facebook.
Para peneliti yang
terdiri dari Jacob Barkley, Aryn Karpinski dan Andrew Lepp, dari Kent
University di Ohio mengatakan, ponsel bisa menjadi penyebab stres yang cukup
besar. Hal ini jelas terlihat kontras dengan penelitian sebelumnya yang
menyatakan gadget dapat membantu mengurangi perasaan terisolasi.
Situs jejaring
sosial kadang-kadang membuat saya sedikit terikat dengan ponsel, hal ini
membuat saya merasa seperti memiliki kewajiban lain dalam hidup saya, ujar
salah seorang partisipan yang tidak disebutkan namanya seperti dilansir laman
Daily Mail.
Bahaya radiasi handphone bagi
kesehatan :
1.Mengurangi produksi sperma
Bagi anda kaum pria sebaiknya
anda mengetahui bahwa radiasi hp bisa mengurangi produksi sperma anda,
kesimpulan ini diambil setelah diadakan beberapa penelitian ilmiah yang
menyatakan bahwa produksi pemakaian hp bisa mempengaruhi produksi sperma
menjadi berkurang dan juga mengurangi kualitas sperma itu sendiri. Sperma menjadi
tidak begitu subur sehingga mengurangi prosentase melahirkan keturunan,
beberapa studi menunjukkan bahwa pria yang terbiasa menaruh hp di saku celana
dan ikat pinggang cenderung memiliki sperma yang lebih sedikit dan kurang
berkualitas. Inilah yang harus anda perhatikan, jadi gunakanlah hp seperlunya
saja dan usahakan tidak menaruhnya menempel dengan anggota tubuh. Anda bisa
menaruhnya di dashboard mobil atau di tas.
2.Bagi ibu
hamil
Bagi anda para
wanita yang sedang mengandung atau ibu hamil, lebih baik hindari pemakaian hp
secara berlebihan atau rutin. Hal ini disebabkan karena radiasi yang
diakibatkan oleh hp akan mengganggu janin dalam kandungan, beberapa penelitian
ilmiah mendapatkan hasil bahwa radiasi hp dapat menggangu perkembangan otak
janin dan menimbulkan perilaku hiperaktif ADHD (Attention Deficit Hyperactivity
Disorder). Perilaku hiperaktif adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan
aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas yang tidak lazim dan
cenderung berlebihan, otak pada janin juga menyebabkan kemampuan otak menjadi
lemah khususnya daya ingat.
3.Mengganggu
ingatan manusia
Pernahkah anda
menelepon dalam waktu yang lama dan hp anda menjadi hangat / panas? Nah, di
situlah radiasi yang paling banyak dari hp. Saat anda menelpon cukup lama, maka
hp akan mencari sinyal secara terus-menerus dan menyebabkan radiasi. Bagi anda
yang terbiasa telpon dengan menempelkan pada telinga, maka di situlah potensi
daya ingat anda akan berkurang. Usahakan anda menelpon dengan menggunakan
handset atau loudspeaker agar hp tidak begitu dekat dengan anggota tubuh.
Selain itu, penggunaan hp bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan
dapat mengurangi daya ingatnya, karena otak anak masih dalam tahap
perkembangan.
Dibawah ini
saya juga akan memberikan informasi mengenai dampak negatif tidur dekat dengan
Handphone
9 Dampak Negatif Tidur Dekat gadget

Tidur
adalah waktu untuk mengisi tenaga, jika tidur Anda tidak mampu mengisi tenaga
Anda, maka hari-hari Anda tidak akan maksimal. Oleh karena itu, guna
meminimalisir bahaya laten ponsel bagi si pemiliknya, ada baiknya bila
kebiasaan tidur di dekat ponsel mulai saat ini dihilangkan. Dikutip dari
berbagai sumber, berikut ini ada 9 dampak negatif tidur di dekat ponsel,
diantaranya:
1. Dapat
menyebabkan tumor otak
Radiasi ponsel
dapat mempengaruhi terbentuknya neoplasma dari regenerasi sel yang tidak wajar.
Umumnya tumor otak menyerang orang dewasa pada usia produktif, namun tidak
sedikit pula ditemukan kasus di mana tumor juga dapat menyerang anak-anak. Oleh
karena itu, mulai saat ini usahakan untuk tidak menggunakan ponsel terlalu
sering, apalagi sampai dibiasakan tidur di dekatnya.
2. Dapat
menyebabkan kanker
Hampir sama
dengan tumor otak, radiasi ponsel juga dapat mempengaruhi proses pembelahan
sel-sel di dalam tubuh menjadi tidak terkendali, sel-sel abnormal ini kemudian
menyerang jaringan terdekat yang secara rutin bersentuhan langsung dengan
ponsel, seperti kulit dan telingga. Tak jarang anggota tubuh lainnya seperti
perut juga dapat terpapar radiasi ponsel sehingga menyebabkan kanker, karena
ketika tidur si pemilik tidak sadar kerap meletakkannya di bawah tubuh dan
menindihnya.
3. Terbakar dan
meledak
Media massa
seperti televisi dan surat kabar pernah memberitakan kasus ponsel meledak dan
terbakar ketika si pemiliknya sedang tertidur sehingga melukainya. Kejadian
tersebut terjadi karena sering kali pemilik ponsel mengisi ulang dayanya dan
kemudian tertidur di sisinya, ketika daya sudah penuh dan lupa mencabutnya,
maka ponsel akan menjadi panas dan bila sampai terjadi korsleting dapat
membuatnya meledak hingga terbakar.
4. Menyebabkan
sakit kepala
Radiasi ponsel
bagi beberapa orang yang sensitif terhadap gelombang RF yang dipancarkan dapat
menyebabkan sakit kepala, pusing, mual-mual, bahkan hingga muntah.
5. Menyebabkan
tidak bisa tidur dengan nyenyak
Ponsel dapat
membuat seseorang jadi tidak bisa tidur dengan nyenyak, entah karena asyik
memainkan permainan, bertelepon ria dengan pacar, sibuk membalas pesan dari
kolega, atau membaca informasi-infromasi dari internet. Ponsel juga dapat
menyebabkan si pemiliknya selalu merasa was-was, merasa gelisah dan tegang.
6. Serangan
jantung
Pada beberapa
kasus pernah ditemukan seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung
tiba-tiba meninggal dunia seketika ketika mendengar ponselnya berdering di
tengah malam, bisa jadi yang bersangkutan kaget sehingga mengalami serangan
jantung.
7. Memperparah
Alzheimer
Penyakit
Alzheimer memang tidak menular dan umumnya menyerang seseorang yang sudah tua.
Namun, bagi mereka yang terbiasa tidur di dekat perangkat ini, radiasinya dapat
mempercepat proses seseorang mengalami Alzheimer.
8. Menyebabkan
kelelahan
Ponsel yang
berada dekat dengan pemiliknya dapat membuat kualitas tidur menjadi tidak
nyenyak. Meskipun Anda tertidur, namun sesungguhnya Anda masih tersadar, dengan
ditandai Anda masih mengingat beberapa hal yang terjadi ketika Anda tertidur.
Hal ini dapat membuat Anda mengalami kelelahan ketika bangun keesokan harinya.
9. Menghambat
metabolisme tubuh
Diketahui bahwa
ketika seseorang tertidur sesungguhnya di saat inilah metabolisme tubuh sedang
bekerja dengan aktif. Oleh karena itu, bila seseorang terpapar radiasi ponsel
atau bila tidur jadi tidak nyenyak, maka proses metabolisme tubuh akan
terhambat, sehingga proses pencernaan makanan atau pun proses detoksifikasi
racun di dalam tubuh juga ikut terganggu.
Mengingat
begitu banyaknya dampak negatif tidur di dekat ponsel, maka mulai saat ini Anda
masing-masing dapat putuskan, apakah Anda akan tetap tidur di dekat ponsel Anda
dengan resiko mengalami salah satu atau beberapa dampak yang telah disebutkan
di atas, atau apakah Anda akan mulai menjauhkannya, sehingga tidur Anda dapat
kembali nyenyak dan berkualitas, semua terserah kepada Anda.
Kamis, 09 Juni 2016
LANGKAH-LANGKAH PENULISAN ILMIAH PENDAHULUAN
NAMA : OKY ROSTANIA
NPM : 16213776
KELAS : 3EA14
LANGKAH-LANGKAH
PENULISAN ILMIAH
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Karya
ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan
secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk
memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca.
Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan
untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek
tulisan.
Di
lihat dari panjang pendeknya atau kedalaman uraiaan, karya tulis ilmiah
dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan,
baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara
kerja ilmiah.
B. Rumusan Masalah
Adapun yang
menjadi rumusan masalah dalam makalah ini yaitu bagaimana tahap
penyusunan karya ilmiah?
C. Tujuan
Penulisan
Tujuan penulisan
dalam makalah ini adalah untuk tahap penyusunan karya ilmia
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Karya
Tulis Ilmiah
Menurut Munawar
Syamsudin (1994), tulisan ilmiah adalah naskah yang membahas suatu masalah
tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode
penyajian tertentu secara utuh, teratur dan konsisten. Menurut Suhardjono (1995),
tidak semua karya tulis merupakan karya tulis ilmiah. Ilmiah artinya mempunyai
sifat keilmuan. Suatu karya tulis, apakah itu berbentuk laporan, makalah, buku,
maupun terjemahan, baru dapat disebut ilmiah apabila memenuhi tiga syarat,
yakni :
1. Isi kajiannya
berada pada lingkup pengetahuan ilmiah.
2. Menggunakan
metode ilmiah atau cara berpikir ilmiah.
3. Sosok penampilannya sesuai dan telah memenuhi
persyaratan sebagai
suatu tulisan keilmuan.
Selanjutnya, yang dimaksud pengetahuan ilmiah adalah segala
sesuatu yang kita ketahui (pengetahuan) yang dihimpun dengan metode
ilmiah (Kemeny dalam The Liang Gie, 1997). Pengetahuan ilmiah ini selanjutnya
disebut dengan “ilmu”. Para filsuf memiliki pemahaman yang sama mengenai ilmu,
yaitu merupakan suatu kumpulan pengetahuan ilmiah yang tersusun secara
sistematis (The Liang Gie, 1997).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Karya ilmiah
atau karangan ilmiah atau scientific paper adalah sebuah
laporan yang secara tertulis dan diterbitkan dengan memaparkan hasil penelitian
atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau dalam sebuah tim
dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh
masyarakat keilmuan. Atau karya ilmiah ini dapat diartikan sebagai karangan
yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan, dalam bidang tertentu dengan
sistematika penulisan bersantun bahasa yang kebenarannya dapat dipertanggung
jawabkan.
TAHAPAN-TAHAPAN
DALAM PENULISAN ILMIAH
1.Tahap Persiapan.
a. Pemilihan
masalah / topik, mempertimbangkan:
1) Harus berada
disekitar kita.
2) Harus topik yang
paling menarik perhatian.
3) Terpusat pada
segi lingkup yang sempit dan terbatas.
4) Memiliki data
dan fakta yang obyektif.
5) Harus diketahui
prinsip-prinsip ilmiahnya, meskipun serba sedikit.
6) Harus memiliki
sumber acuan / bahan kepustakaan yang dijadikan referensi.
7) Berikan alasan
terhadap pemilihan tersebut.
8) Nyatakan
perlunya diselidiki masalah menurut kepentingan umum.
b. Pembatasan
topik/penentuan judul
1) Pembatasan topik
harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah.
2) Penentuan judul
dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah / setelah penulisan karya
ilmiah selesai.
3) Penentuan judul
karya ilmiah : pertanyaan yang mengandung unsur 4W+1H yaitu What (apa), Why (mengapa), When(kapan), Where (dimana)
dan How (bagaimana).
c. Pembuatan
kerangka karangan (outline).
1) Membimbing
penyusun karya ilmiah.
2) Pedoman
penulisan karya ilmiah sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam
penganalisisannya.
3) Pembuatan
rencana daftar isi karya ilmiah.
2. Tahap
Pengumpulan data.
a. Pencarian
keterangan dari bahan bacaan / referensi.
b. Pengumpulan
keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah.
c. Pengamatan
langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti.
d. Percobaan di
laboratorium / pengujian di lapangan.
3. Pemecahan
masalah.
Dalam memecahkan
masalah harus diikuti hal-hal berikut: a).
a. Analisa harus
logis. Aturlah bukti dalam bnntuk yang sistematis dan logis. Demikian juga
halnya unsur-unsur yang dapat memecahkan masalah.
b. Proscdur
penelitian yang digunakan harus dinyatakan secara singkat.
c. Urutkan data,
fakta dan keterangan-keterangan khas yang diperlukan.
d. Harus dinyatakan
bagaimana set dari data diperoleh termasuk referensi yang digunakan.
e Tunjukkan cara data dilola sampai mempunyai
arti dalam memecahkan masalah.
f. Urutkan asumsi-asumsi yang digunakan serta
luibungannya dalam berbagai fase penelitian.
4. Tahap
Pengorganisasian & pengonsepan.
a. Pengelompokan
bahan, untuk memgorganisasikan bagian mana yang didahulukan dan mana yang
termasuk bagian terakhir. Data yang sudah terkumpul diseleksi dan dikelompokan
sesuai jenis , sifat atau bentuk.
b. Pengonsepan
karya ilmiah dilakukan sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah
ditetapkan.
5. Pemeriksaan /
Penyuntingan konsep (editing).
Bertujuan untuk
:
a. Melengkapi yang
kurang.
b. Membuang
yang kurang relevan.
c. Menghindari
penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping).
d. Menghindari
pemakaian bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan pemilihan
kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan.
6. Penyajian.
Teknik
penyajian karya ilmiah harus memperhatikan:
a. Segi kerapian
dan kebersihan.
b. Tata letak
(layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka (cover),
halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar
pustaka dan lain-lain.
c. Standar
yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan,
catatan kaki (foot note), daftar pustaka & penggunaan bahasa indonesia
sesuai EYD.
d. Bagian inti
karya ilmiah.
1) Bagian
Pendahuluan.
2) Latar belakang
dan masalah.
3) Tujuan
pembahasan.
4) Ruang lingkup /
pembatasan masalah.
5) Asumsi,
hipotesis dan kerangka teori.
6) Sumber data.
7) Metode &
teknik.
8) Bagian analisis
atau pembahasan.
7. Kesimpulan
a. Berikan
kesimpulan dari hipotesa. nyatakan dua atau tiga kesimpulan yang mungkin
diperoleh .
b. Berikan
implikasi dari kesimpulan.
c. jelaskan
bebernpa implikasi dari produk hipotesa dengan memberikan beberapa inferensi.
8. Berikan
studi-studi sebelumnya yang pernah dikerjakan yang berhubungan dengan masalah.
Nyalakan
kerja-kerja sebelumnya secara singkat dan berikan referensi bibliografi yang
mungkin ada manfaatnya sebagai model dalam memecahkan masalah. Dari pedoman
beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan
menggunakan metode ilmiah sekurang-kurangnya dilakukan dengan langkah-langkah
berikut:
a. Merumuskan serta
mendefinisikan masalah.
b. Mengadakan studi
kepustakaan.
c. Memformulasikan
hipotesa.
d. Menentukan model
untuk menguji hipotesa.
e. Mengumpulkan
data.
f. Menyusun,
Menganalisa, and Menyusun interfensi.
g. Membuat
generalisasi dan kesimpulan.
h. Membuat laporan
ilmia
Langganan:
Postingan (Atom)

























